PROBISNIS | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan penguatan sekitar 0,25% ke level 9.098.
Pada awal perdagangan, jumlah saham yang menguat tercatat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah, Senin, (19/01).
Namun, setelah pembukaan, IHSG berbalik terkoreksi tipis sekitar 0,21% ke kisaran level 9.056 pada sesi pagi. Pergerakan indeks diperkirakan cenderung bergerak sideways hingga konsolidasi, dengan area support berada di rentang 9.000–9.040 dan resistance di kisaran 9.100–9.150.
Analis menilai sejumlah saham berpotensi mencermati pergerakan jangka pendek, di antaranya ASII, CUAN, INET, DEWA, BUVA, dan INKP.
Dari sisi global, pasar saham masih dibayangi sentimen negatif akibat meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran lonjakan tarif perdagangan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar ekuitas Asia, termasuk Indonesia.
Indeks saham utama Amerika Serikat, seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures, juga tercatat melemah seiring kekhawatiran rencana penerapan tarif baru AS terhadap negara-negara NATO.
Secara keseluruhan, IHSG bergerak terbatas dengan kecenderungan sideways di tengah sikap hati-hati pelaku pasar, sambil mencermati perkembangan sentimen global dan peluang pada saham-saham unggulan.
