BerandaHeadlineHarga Minyak Dunia Melonjak Tajam Akibat Memanasnya Konflik Iran - AS -...

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Akibat Memanasnya Konflik Iran – AS – Israel

PROBISNIS | Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan signifikan menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global akibat gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang merupakan pusat produksi minyak mentah dunia.

Menurut data perdagangan global, patokan minyak Brent acuan utama harga minyak internasional naik hingga sekitar 9 % dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, mencapai level tertinggi sejak awal tahun 2025 sebelum mengalami sedikit koreksi.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan yang signifikan, menunjukkan tren serupa di pasar energi dunia.

Para analis mengatakan lonjakan harga ini terutama didorong oleh kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk Persia, terutama melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 % dari total perdagangan minyak global.

Tidak adanya kepastian tentang berlanjutnya pasokan di tengah ancaman penutupan selat tersebut telah mendorong pelaku pasar energi untuk memburu kontrak minyak sebagai lindung nilai terhadap risiko pasokan.

Konflik yang melibatkan serangan militer dan balasan dari kedua belah pihak juga telah menyebabkan beberapa negara penghasil minyak memangkas produksi mereka karena gangguan logistik dan keamanan. Kekhawatiran akan berlanjutnya gangguan ini turut mendorong harga komoditas energi lainnya, termasuk gas alam dan produk turunan minyak.

Lonjakan harga minyak dunia ini berimbas pada pasar keuangan global, di mana harga saham sektor energi mengalami penguatan sementara indeks pasar lainnya cenderung melemah.

Risiko inflasi yang lebih tinggi akibat biaya energi yang meningkat juga menjadi sorotan dalam pergerakan pasar dan kebijakan moneter di berbagai negara.

Para pelaku industri dan pemerintah dunia kini terus memantau perkembangan konflik yang terjadi, karena jika ketegangan berkepanjangan dan mengganggu pasokan minyak secara signifikan, harga minyak dunia diprediksi dapat terus melonjak bahkan menembus level tertinggi yang belum pernah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Misi Kemanusiaan Berisiko Tinggi

BANDA ACEH – Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, misi kemanusiaan yang dipimpin Ketua Umum Jusuf Kalla menuju Iran menjadi sorotan. Palang...