PROBISNIS | Harga emas Antam beserta harga buyback kembali melanjutkan tren penguatan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sepanjang Januari 2026.
Kenaikan harga emas ini ditopang oleh kombinasi sentimen global yang mendorong meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Research & Development ICDX, Tiffani Safinia, menilai reli harga emas saat ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, pelemahan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut membuat emas kembali menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
“Ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan global semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven,” ujar Tiffani kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
Meski demikian, Tiffani mengingatkan agar investor tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan di tengah level harga yang relatif tinggi. Menurutnya, emas masih menarik sebagai instrumen lindung nilai, namun potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi.
“Risiko koreksi dapat muncul apabila sentimen risiko global membaik atau dolar AS kembali menguat,” jelasnya.
Dari sisi prospek, Tiffani memperkirakan harga emas Antam masih berpeluang bertahan di level tinggi hingga kuartal I-2026. Pergerakan harga ke depan akan tetap mengikuti dinamika harga emas global serta fluktuasi nilai tukar rupiah, dengan volatilitas yang dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat.
Adapun sejumlah risiko yang perlu dicermati investor antara lain perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, meredanya ketegangan geopolitik global, serta meningkatnya aksi ambil untung setelah reli harga yang berlangsung cukup panjang.
Di tengah kondisi pasar yang masih volatil, Tiffani menyarankan investor ritel untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko.
“Emas sebaiknya ditempatkan sebagai instrumen lindung nilai dalam kerangka diversifikasi portofolio, bukan sebagai satu-satunya pilihan investasi,” pungkasnya.
