BerandaEkonomiGubernur Aceh Lakukan Diplomasi Pangan, Percepat Impor Ternak Jelang Ramadhan

Gubernur Aceh Lakukan Diplomasi Pangan, Percepat Impor Ternak Jelang Ramadhan

JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melakukan langkah strategis melalui diplomasi pangan dengan pemerintah pusat untuk mempercepat impor ternak. Upaya ini dilakukan guna menjamin ketersediaan daging dan menjaga stabilitas harga di Aceh, khususnya menjelang tradisi Meugang dan selama Ramadhan.

Dalam kunjungan kerja ke Jakarta, Senin (19/1), Gubernur Aceh memimpin langsung sejumlah pertemuan dengan kementerian terkait. Ia didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh T. Irsyadi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, ST.

Diplomasi pangan tersebut difokuskan pada percepatan realisasi impor sapi dan kerbau sebagai langkah antisipatif Pemerintah Aceh terhadap meningkatnya kebutuhan konsumsi daging masyarakat. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pangan pascabencana yang turut berdampak pada peternakan lokal di Aceh.

Rangkaian agenda diawali dengan pertemuan bersama Asisten Deputi Tata Niaga dan Perdagangan Pangan Luar Negeri Kemenko Pangan, Lorenta P.K. Siahaan, M.B.A. Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat proses perizinan serta memastikan kelancaran distribusi ternak impor ke Aceh.

Selanjutnya, Gubernur Aceh bertemu Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si. Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta berharap percepatan impor ternak dapat segera direalisasikan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gubernur Aceh menegaskan bahwa ketersediaan pangan, khususnya daging, merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijamin, terutama menjelang Ramadhan.

“Pemerintah Aceh tidak ingin masyarakat terbebani oleh kelangkaan atau lonjakan harga. Karena itu, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pasokan ternak dapat segera terpenuhi,” ujar Gubernur Aceh.

Melalui diplomasi pangan ini, Pemerintah Aceh berharap masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan tenang, harga tetap stabil, serta aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional di Bumi Serambi Mekkah terus berjalan. [Adv]

 

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Perkiraan Awal Ramadhan 1447 H

Jakarta - Puasa Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, sehingga dari Minggu, 8 Februari 2026, puasa tinggal sekitar 10–11...