BerandaInternasionalErik Voorhees Alihkan Dana ke Emas, Wells Fargo Proyeksikan Harga Tembus US$6.300

Erik Voorhees Alihkan Dana ke Emas, Wells Fargo Proyeksikan Harga Tembus US$6.300

PROBISNIS | Pendiri ShapeShift sekaligus tokoh awal dalam ekosistem Bitcoin, Erik Voorhees, mengambil langkah strategis dengan meningkatkan eksposurnya ke emas. Keputusan tersebut muncul di tengah pemulihan harga logam mulia setelah sempat terkoreksi lebih dari 20% dari level tertingginya.

Data on-chain yang dipantau Lookonchain menunjukkan Voorhees membentuk sembilan wallet baru dan mengalokasikan sekitar US$6,81 juta dalam bentuk USDC untuk membeli 1.382 ons PAX Gold (PAXG). Token ini merupakan aset kripto yang didukung emas fisik, dengan setiap unitnya merepresentasikan kepemilikan emas batangan. Rata-rata harga pembelian tercatat sekitar US$4.926 per ons.

Diversifikasi dari “Emas Digital” ke Emas Fisik

Voorhees dikenal sebagai salah satu advokat awal Bitcoin sejak 2011 dan kerap menyebut aset kripto tersebut sebagai “emas digital.” Namun, keputusan terbarunya mengindikasikan pendekatan investasi yang lebih terdiversifikasi, dengan menambah eksposur pada safe haven tradisional di tengah ketidakpastian makroekonomi.

Analis pasar Jacob King menilai langkah ini mencerminkan kecenderungan sebagian pelaku awal industri kripto untuk mengurangi risiko volatilitas dengan memegang aset lindung nilai yang lebih mapan, termasuk emas fisik maupun emas berbasis token.

Harga emas sendiri saat ini bertahan di atas US$5.000 per ons, ditopang oleh permintaan bank sentral serta arus masuk ke exchange-traded fund (ETF) berbasis emas. Pada saat laporan ini disusun, harga emas berada di kisaran US$5.048 per ons—naik hampir 15% dibandingkan titik terendah US$4.402 pada awal Februari.

Prospek Harga Target Baru dari Institusi Keuangan

Sejumlah analis melihat koreksi sebelumnya sebagai bagian dari konsolidasi sehat. CEO Coin Bureau, Nic Puckrin, menyatakan bahwa pelemahan harga emas baru-baru ini bukanlah sinyal pembalikan tren jangka panjang, melainkan respons sementara terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga AS dan rilis data ekonomi seperti inflasi serta ketenagakerjaan.

Sementara itu, Wells Fargo menaikkan proyeksi harga emas untuk 2026 ke kisaran US$6.100 hingga US$6.300 per ons. Lembaga keuangan tersebut menyebut faktor risiko geopolitik, fluktuasi pasar global, serta konsistensi pembelian oleh bank sentral sebagai pendorong utama prospek kenaikan harga.

Pandangan yang lebih agresif datang dari Daniel Oliver, pendiri Myrmikan Capital, yang memperkirakan potensi lonjakan jangka panjang hingga US$12.595 per ons. Ia mengaitkan proyeksi tersebut dengan meningkatnya akumulasi emas oleh bank sentral dan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar obligasi pemerintah global.

Emas Ungguli Saham dalam Jangka Panjang

Dalam perspektif historis, performa emas menunjukkan ketahanan yang signifikan. Sejak tahun 2000, harga emas tercatat meningkat lebih dari 1.600%, melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang berada di kisaran 460%. Bahkan setelah memperhitungkan dividen, total imbal hasil S&P 500 sekitar 700%, masih tertinggal dibandingkan kenaikan emas.

Data tersebut memperkuat peran emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio, khususnya dalam periode ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik.

Sejumlah pengamat juga menyoroti perubahan arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dinilai mulai bergeser dari fokus pada penguatan daya beli dolar menuju agenda reindustrialisasi dan penyeimbangan perdagangan. Lingkungan kebijakan yang cenderung mendukung dolar lebih lemah dinilai berpotensi meningkatkan daya tarik aset keras seperti emas dan perak.

Sinyal dari Pelaku Awal Kripto

Keputusan Voorhees untuk mengalokasikan jutaan dolar ke PAXG dapat dibaca sebagai upaya lindung nilai terhadap fluktuasi pasar kripto sekaligus pelemahan mata uang fiat. Langkah ini menunjukkan bahwa bahkan tokoh yang lama mengusung narasi Bitcoin sebagai pengganti emas tetap melihat relevansi logam mulia dalam strategi pengelolaan kekayaan.

Meski berbagai proyeksi menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mempertimbangkan profil risiko masing-masing dan melakukan analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Ulama Usul Fikih Asal Suriah, Syaikh Muhammad Hasan Hitou, Wafat

PROBISNIS | Dunia Islam kembali kehilangan salah satu ulama terkemuka di bidang usul fikih. Muhammad Hasan Hitou dilaporkan wafat pada Selasa, 24 Februari 2026,...