PROBISNIS | Harga Bitcoin kembali berada dalam tekanan setelah upaya pemulihan pada awal Februari gagal berlanjut. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar tersebut terkoreksi hampir 3% dan kini tercatat turun sekitar 38% dibandingkan puncak pertengahan Januari.
Sebelumnya, Bitcoin sempat bangkit dari kisaran US$60.100 menuju US$72.100. Namun reli tersebut kehilangan momentum, membuka jalan bagi tekanan jual lanjutan. Perkembangan teknikal dan data on-chain kini mengindikasikan meningkatnya risiko koreksi lebih dalam, dengan level US$63.000 menjadi area krusial yang diawasi pelaku pasar.
Sinyal Teknis Perkuat Bias Negatif
Setelah gelombang aksi jual pada Januari, grafik harian Bitcoin membentuk pola bear flag, sebuah formasi teknikal yang lazim diasosiasikan dengan kelanjutan tren turun. Pola ini muncul ketika harga mengalami penurunan tajam, diikuti pemantulan terbatas dalam kanal sempit sebelum kembali melemah.
Rebound menuju US$72.200 pada awal Februari membentuk bagian “bendera” dari pola tersebut. Namun pada 10 Februari, harga menembus batas bawah pola, mengonfirmasi sinyal bearish.
Indikator momentum turut memperkuat gambaran tersebut. Relative Strength Index (RSI) sebelumnya menunjukkan hidden bearish divergence, yakni kondisi ketika harga membentuk puncak lebih rendah sementara RSI justru mencetak puncak lebih tinggi. Divergensi ini sering kali menjadi pertanda melemahnya tenaga beli sebelum koreksi lanjutan terjadi.
Investor Jangka Panjang Mulai Distribusi
Tekanan teknikal tersebut sejalan dengan perubahan perilaku investor di jaringan (on-chain). Data menunjukkan pemegang jangka panjang mulai mengurangi eksposur mereka.
Metrik Hodler Net Position Change, yang mengukur pergerakan wallet dengan usia kepemilikan di atas 155 hari, mencatat perlambatan akumulasi signifikan. Dalam satu hari, angka akumulasi turun sekitar 35%, mengindikasikan berkurangnya minat beli dari kelompok ini.
Sementara itu, Long-Term Holder Net Position Change yang merefleksikan aktivitas investor dengan periode simpan lebih dari satu tahun menunjukkan peningkatan distribusi. Angka negatif pada metrik tersebut semakin melebar, menandakan penjualan yang lebih agresif dari kelompok pemegang lama.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya berasal dari trader jangka pendek, tetapi juga dari investor berpengalaman yang biasanya menjadi penopang stabilitas pasar.
Pergeseran Struktur Pasokan
Indikator HODL Waves turut mengonfirmasi perubahan struktur kepemilikan. Proporsi pasokan yang dipegang kurang dari 24 jam meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan dominasi modal spekulatif jangka pendek.
Peningkatan porsi kepemilikan ultra-jangka pendek tersebut berpotensi memperlemah daya tahan harga, mengingat kelompok ini cenderung bereaksi cepat terhadap volatilitas dan lebih rentan melakukan aksi jual panik.
US$63.000 Jadi Area Pertahanan Kritis
Untuk mengidentifikasi area pertahanan potensial, analis memantau metrik UTXO Realized Price Distribution (URPD), yang memetakan konsentrasi harga beli investor. Area dengan konsentrasi tinggi sering berfungsi sebagai zona dukungan karena investor cenderung mempertahankan titik impas mereka.
Saat ini, klaster biaya terbesar berada di sekitar US$63.100, dengan sekitar 1,3% pasokan Bitcoin terkonsentrasi di level tersebut. Hal ini menjadikan area US$63.000 sebagai support utama dalam jangka pendek.
Jika level ini mampu bertahan, pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi. Namun, penembusan di bawahnya dapat meningkatkan tekanan jual, membuka peluang penurunan menuju kisaran US$57.700. Dalam skenario ekstrem, pelemahan lebih lanjut dapat membawa harga mendekati area US$42.500, yang akan mengubah struktur tren secara signifikan.
Tantangan Pemulihan
Di sisi atas, jalur pemulihan dinilai tidak mudah. Bitcoin perlu kembali menembus area US$72.000 untuk meredakan tekanan jangka pendek. Sementara itu, pergerakan stabil di atas US$79.000 dibutuhkan untuk membatalkan struktur tren turun yang terbentuk sejak Januari.
Sampai konfirmasi tersebut terjadi, reli yang muncul kemungkinan masih bersifat teknikal dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.
Dengan kombinasi sinyal teknikal negatif dan distribusi oleh pemegang jangka panjang, pasar kini menanti apakah zona US$63.000 mampu menjadi benteng terakhir, atau justru menjadi pintu menuju fase koreksi yang lebih dalam.

