BerandaTeknologiAplikasi Belanja Asia Pasifik Tumbuh 13% di 2025, Adjust: Strategi Berbasis AI...

Aplikasi Belanja Asia Pasifik Tumbuh 13% di 2025, Adjust: Strategi Berbasis AI Jadi Kunci

Probisnis – Laporan terbaru Shopping App Insights 2025 dari Adjust mengungkap bahwa meski instalasi aplikasi e-commerce global turun 14% pada paruh pertama 2025, kawasan Asia Pasifik (APAC) justru mencatat pertumbuhan instalasi sebesar 13% serta peningkatan sesi pengguna 2%.

Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi belanja mulai beralih dari sekadar mengejar skala ke strategi yang menekankan kualitas pengguna, keterlibatan jangka panjang, dan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Strategi AI dan Penargetan Cerdas

Menurut laporan, aplikasi belanja global kini lebih menekankan user acquisition berbasis AI yang memungkinkan penargetan pengguna bernilai tinggi. Sementara jumlah instalasi menurun, durasi sesi dan keterlibatan justru meningkat.
“Di Asia Pasifik, kami melihat lanskap mobile commerce yang semakin matang. Aplikasi belanja paling sukses adalah yang mampu memadukan penargetan AI dengan pengalaman konsisten di setiap titik sentuh pengguna,” ujar April Tayson, Wakil Presiden Regional INSEA Adjust.

Marketplace Unggul dalam Loyalitas Pengguna
Data Adjust juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara aplikasi e-commerce dan marketplace.

  • Marketplace menyumbang 60% sesi meski hanya 20% dari total instalasi.
  • E-commerce menyumbang 75% instalasi, tetapi hanya menghasilkan 36% sesi.

Durasi sesi pengguna marketplace juga lebih panjang, rata-rata 10,69 menit, dibandingkan e-commerce yang turun menjadi 9,89 menit pada 2025.

Biaya dan Omnichannel Jadi Tantangan

Laporan Adjust mencatat cost per install (CPI) aplikasi e-commerce global mencapai USD 0,99, sementara CPI aplikasi belanja sebesar USD 1,01. Meski biaya akuisisi meningkat, click-through rate tetap stabil di 2%.

Selain itu, integrasi lintas platform menjadi faktor penting. Mobile web masih menjadi saluran awal dengan potensi konversi tinggi, sehingga transisi web-to-app tanpa hambatan dinilai krusial bagi kesuksesan strategi omnichannel.

Rata-rata aplikasi belanja kini bekerja sama dengan tujuh mitra pada H1 2025, naik dari enam mitra pada 2023, menandakan strategi diversifikasi saluran yang semakin kuat.
Dengan tren tersebut, Asia Pasifik dipandang sebagai mesin pertumbuhan m-commerce global, sekaligus pasar potensial bagi strategi akuisisi pengguna berbasis AI di tahun-tahun mendatang.***

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026)....

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI