PROBISNIS | Industri cryptocurrency mencatat tonggak penting pada 2025, dengan total kapitalisasi pasar menembus US$4 triliun untuk pertama kalinya. Jumlah pengguna dompet crypto di perangkat seluler juga mencapai rekor tertinggi, naik sekitar 20% dibanding tahun sebelumnya.
Lingkungan regulasi yang sebelumnya dianggap ketat kini mulai mendukung, ditunjang oleh adopsi teknologi baru seperti stablecoin, tokenisasi aset tradisional, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem blockchain.
Secara global, terdapat antara 40–70 juta pengguna aktif crypto, meningkat sekitar 10 juta dibanding tahun lalu. Meski demikian, jumlah ini masih kecil dibanding 716 juta pemilik aset crypto di seluruh dunia, menunjukkan peluang besar untuk memperluas partisipasi dalam ekonomi digital.
Peta Adopsi Global
Negara berkembang seperti Argentina, Kolombia, India, dan Nigeria mencatat pertumbuhan tercepat dalam penggunaan dompet seluler, sementara negara maju seperti Australia dan Korea Selatan memanfaatkan crypto lebih untuk trading dan spekulasi.
Bitcoin (BTC) tetap memimpin dengan kontribusi lebih dari setengah kapitalisasi pasar, kembali mencatat harga di atas US$126.000, sedangkan Ethereum dan Solana pulih pasca penurunan 2022, menegaskan posisi crypto sebagai bagian permanen portofolio investasi modern.
Adopsi Institusional dan Produk Investasi
Tahun 2025 menjadi momentum adopsi institusional. Lembaga keuangan besar seperti Stripe, Circle, Citigroup, Fidelity, JPMorgan, Mastercard, Morgan Stanley, dan Visa mulai menawarkan produk crypto. Disahkannya GENIUS Act pada Juli 2025 memberi kepastian hukum bagi pengembang dan institusi.
Dana investasi seperti BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencatat rekor sebagai peluncuran ETF Bitcoin paling sukses. Hingga pertengahan 2025, nilai total kepemilikan aset crypto melalui ETP mencapai US$175 miliar, melonjak 169% dibanding tahun sebelumnya.
Prospek 2026: Bitcoin sebagai “Emas Digital”
Prediksi untuk 2026 menunjukkan arus modal institusional ke Bitcoin diperkirakan mencapai US$426,9 miliar, menjadikan aset ini sebagai cadangan strategis setara emas. Faktor pendorong termasuk potensi pemangkasan suku bunga The Fed, stimulus global, dan implementasi penuh GENIUS Act.
Stablecoin juga memainkan peran kunci, dengan total volume transaksi US$46 triliun pada 2025, naik 106% dibanding tahun sebelumnya.
Dukungan Regulasi AS dan Ekonomi Onchain
Amerika Serikat kini mendukung perkembangan ekonomi digital berbasis blockchain, dengan disahkannya GENIUS Act dan CLARITY Act, membuka peluang inovasi tokenisasi aset dunia nyata. Volume perdagangan di decentralized exchanges (DEX) kini menyumbang hampir 20% dari total pasar spot global.
Pluang: Platform Investasi Crypto untuk Investor Indonesia
Platform Pluang menyediakan akses ke lebih dari 600 aset crypto, termasuk Bitcoin, Ethereum, Solana, dan stablecoin utama, dengan antarmuka ramah pengguna, fitur trading lanjutan, dan kepatuhan regulasi. Investor dapat melakukan diversifikasi portofolio maupun trading Crypto Futures dengan aman.
Tips Investasi
Meski outlook positif, volatilitas tetap tinggi. Investor disarankan melakukan riset mandiri, diversifikasi portofolio, dan memanfaatkan stablecoin untuk mengelola risiko, serta menyesuaikan eksposur aset dengan profil risiko masing-masing. [Sumber: investor.id]
