BerandaNasionalPerkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Dorong Kolaborasi Industri dan Pertanian Lewat Program Link...

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Dorong Kolaborasi Industri dan Pertanian Lewat Program Link and Match Kabupaten Humbang Hasundutan

PROBISNIS | Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui sinergi sektor industri dan pertanian. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan menggagas program Link and Match antara pelaku industri dan petani lokal, khususnya di sektor hortikultura.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya strategi terpadu yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan rantai nilai hortikultura—mulai dari pembinaan petani, riset varietas unggul, hingga perluasan akses pasar ekspor.

“Perlu strategi yang menyeluruh, dan riset adalah fondasi utamanya. Tidak mungkin hasil pertanian berkualitas tanpa riset bibit. Genome sequencing adalah hal baru yang kita dorong, di samping penerapan AI dan pengembangan semikonduktor,” ujar Menko Airlangga saat meninjau fasilitas Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (19/9).

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula perwakilan industri makanan dan minuman seperti Unilever dan PepsiCo. Kolaborasi ini disebut sebagai langkah awal penjajakan kerja sama antara industri dan petani lokal, khususnya untuk komoditas unggulan seperti kentang dan kedelai hitam.

Airlangga menyampaikan harapannya agar TSTH2 dapat menjadi pusat riset dan pengembangan bibit hortikultura berskala internasional. Kawasan ini juga diharapkan mampu mendukung hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal, untuk memenuhi kebutuhan industri farmasi dan makanan-minuman (mamin).

“Nilai pasar industri mamin di Indonesia mencapai USD109,9 miliar untuk periode 2024–2025. Ini subsektor terbesar dengan kontribusi 41,5% terhadap PDB industri non-migas, dan 7,2% terhadap total PDB nasional. Artinya, dukungan dari sektor pertanian sangat krusial,” tambahnya.

Program Link and Match yang digagas Kemenko Perekonomian menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kemitraan yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kunjungan ini antara lain Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta jajaran wakil menteri dan pejabat tinggi lintas kementerian, termasuk Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Humbang Hasundutan Oloan Nababan.

Jika Anda ingin versi yang lebih singkat atau lebih fokus pada aspek tertentu (misalnya: riset pertanian, keterlibatan industri, atau dampak ekonomi), saya bisa bantu sesuaikan lagi.

Editor:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKAIT

Lihat lainnya

BERITA TERBARU

Lihat lainnya

Populer

Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026)....

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI